Eksplorasi Pantai Kahona dan Pohon Mangrove Di Desa Sei Tawar Kec. Panai Hilir

Labuhanbatu, Februari, 9-2021

Podcast Universitas Labuhanbatu TV melaksanakan eksplorasi di kawasan pantai kahona dan pohon mangrove bertempat di Desa Sei Tawar Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu 6 Februari 2021, adapun tim yang melakukan ekplorasi yaitu Rekor Universitas Labuhanbatu Bapak Ade P. Nasution, SE.,M.Si.,Ph.D beserta Ibu Eva, Bapak M.Ali Alihsan Nasution, SE.,M.Si beserta ibu, Dr, Junita, M.Pd Novrihan Leily Nasution, SE.,M.Si, Rosnaini Nasution, SE ,Akhiruddin Ritonga, SH, Yanto Ziliwu,SH, Edy Sahputra Ritonga. Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Kepala Desa Sei Tawar Bapak Susiyanto (Parjolo), Dalam kegiatan eksplorasi tersebut tim menggunakan trasportasi jalur laut yaitu menaiki boat penyeberangan dari tangkahan boat nelayan menuju pantai kahona dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 jam.

Setibanya di pantai kahona tim podcast mewawancarai Kepala Desa Bapak Susiyanto yang di kenal akrab dengan sebutan Parjolo, wawancara di pandu oleh Dr. Junita yang merupakan salah satu dosen tetap Universitas Labuhanbatu. Dr Junita menanyakan langsung kondisi dari Pantai Kahona dan pohon mangrove, Pak Susiyanto menyampaikan bahwa Pantai Kahona berbatasan dengan Riau sedangkan pohon mangrove berbatasan dengan selat malaka,  untuk masyarakat desa sei tawar sendiri 30% nya adalah nelayan yang mencari ikan di laut,  dan untuk lahan pertanian seperti padi dan sawit dengan luas areal 500 hektar,selanjutnya Pak Kades menyampaikan bahwa di pesisir pantai kahona ini telah mengalami abrasi 500-600 meter dan kondisi air laut juga sampai kelahan pertanian masyarakat sehingga masyarakat mengalami gagal panen. Ungkapnya

Selanjutnya Pak Susiyanto menyampaikan harapan para nelayan kepada pemerintah’ kalu bisa untuk dermaga/inspratruktur tangkahan di bangun lebih baik dari yang sudah ada dan juga mengenai penjualan hasil tangkapan ikan para nelayan masih menjual kepada tengkulak tentunya harganya lebih murah, kami berharap kedepannya agar pemerintah dapat menampung ikan hasil tanggkapan nelayan untuk di pasarkan sehingga dapat menambah pendapatan perekonomian para nelayan. Sembari itu juga Pak Kades menyampaikan bahwa desa sei tawar ini adalah desa tertinggal dan harapannya kedepan menjadi desa berkembang, semua ini tidak terlepas dari peranan pemerintah daerah untuk melestarikan pohon magrove dan wisata alam yang ada di desa sei tawar ini, harapannya.

Melalui wawancara yang dilakukan oleh tim podcast Universitas Labuhanbatu, mudah-mudahan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bahwa sumber kekayaan alam dan laut yang ada di Desa Sei Tawar Kecamatan Bilah Hilir ini kiranya dapat segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi. ”Ak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Visits: 1808

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *