Padcast ULB TV Mengundang Seorang Ibu Pedagang Bakso Keliling

Labuhanbatu, Desember, 15 -2020

Bertempat Studio Podcast Universias Labuhanbatu TV dilaksanakannya Wawancara  Eksklusif Perempuan Menginspirasi dengan Tema’ Perjuangan Seorang Ibu Pedagang Bakso, acara tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 15 Desember 2020 pada Pukul, 15:00 wib.

Sebagai moderator pada acara tersebut yaitu Rosnaini Nasution, SE dan sebagai narasumber yaitu Ibu Surtini beserta anaknya bernama Jannah, Nisa dan Bayu, dari ketiga anak Ibu surtini tersebut merupakan alumni dari Kampus Universitas Labuhanbatu.

Rosnaini menanyakan kepada ibu sudah berapa lama ibu mengasuh anak-anak’ jawab ibu Surtini dari tahun 2000, si Bayu blm masuk TK, dan Nisa masih berumur 5 tahun, dan kakak nisa bernama jannah sudah sekolah SD, ibu surtini menjelaskan bahwa  dulunya Bapak anak-anak berjualan  bakso dan melihat hasil dari jualan yang kurang baik Bapak pamit untuk merantau ke Pekan Baru, setelah lama terus tidak ada kabar sampai sekarang, dan Bapak tidak penah menyampaikan dimana Bapak tinggal, dan pernah satu hari Bapak nelpon kalau sudah berhasil nanti akan balik ke rantau. Ungkapnya

Selanjutnya ibu surtini menyampaikan saya harus tetap nekat untuk menafkahi anak-anak saya dan berniat untuk tetap berdagang bakso keliling, dan kegiatan saya sehari-hari’ saya berangkat naik sepeda untuk berjualan bakso ke sekolah SD, setelah pulang anak sekolah saya pun pulang kerumah,  selanjutnya saya berpesan kepada anak-anak kalian itu tugasnya belajar, membantu ibu untuk berjualan.

Moderator Rosnaini menanyakan bagaimana bangkit dari kesedihan, jawab Ibu Surtini’ saya tetap bekerja keras dan nekad untuk berjualan Bakso, dan juga cari tambahan di tempat cetak batu bata, ibu Surtini selalu berdo’a dan pasrah kepada Alllah dan tetap berjualan untuk masa depan anak-anaknya. bu Sutini menyampaikan unuk penghasilan sekarang ini kurang lebih Rp.100.000.-/hari, itu penghasilan bersih sebutnya,  selanjutnya ibu Sutini menyampaikan kepada anak-anak supaya mandiri kalau bisa kuliah sambil kerja, jadi saya hanya menyiapkan biaya kuliah persemester, saya bersyukur Alhamdulilah kuliah di Universitas Labuhanbatu uang kuliah bisa di cicil, jadi saya bisa  bagi ke anak-anak untuk membayar biaya kuliah, dan setiap harinya saya memberikan ongkos/jajan anak-anak Rp. 20.000.- ungkapnya

Awal mula menyekolahkan Jannah, kakak dari Nisa dan Bayu’ saya dulu menarik wirid dan dana tersebut untuk mengkuliahkan kakak mereka ke Universitas Labuhanbatu.

Selanjutnya moderator menanyakan kepada Nisa, kapan nisa masuk kuliah di ULB, jawan Nisa saya masuk tahun 2015 dan selesai tahun 2019, nisa dan bayu sampai sekarang ini blm mengenal sosok Bapak, nisa  motifasi sendiri harus punya prinsif, nisa dan bayu pingin sekali lihat wajah Bapak ungkapnya Nisa, dalam kesehariannya Nisa dan Bayu membantu ibu membuat peyek dan bolu kukus, pagi mengantar dan di kutip pada malam harinya, untuk penghasilan tidak tentu, dan hasil jualan tetap dikasi ke Ibu. Untuk tambahan saya mengajar di MTS di kampung juga dan Alhamdullillah saya juga  mendapatkan beasiswa dari kampus Universitas Labuhanbatu. sebutnya

Dalam kesempatan yang sama moderator menanyakan kepada Bayu, tentang sosok seorang Bapak’ Bayu menjawab saya ingin sekali kasih sayang dari Bapak  dan ingin seperti anak-anak  yang lainnya, dan kami sebahgai anak-anak saling membantu sama lainnya untuk membantu ibu. Bayu kuliah di Universitas Labuhanbatu mengambil fakultaas Sain dan tekhnologi (FST) Labuhanbatu, Prodi Agrotekhnologi, dan Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa pada semester IV dari kampus ULB, sehingga dapat meringankan ibu untuk membayar biaya kuliah. Keseharian saya sorenya membantu ibu untuk menyusun dan mengangkat batu, saya pingin ibu istirahat, jangan lagi kerja, biarlah kami bertiga yang bekerja untuk membantu ibu, hal yang sama nisa menyebutkan supaya ibu jangan lagi bekerja, dan pingin punya tempat yang tetap untuk berjualan bakso, dan kami bantu berjualan bakso dengan cara online.

Ibu surtini harapannya ingin punya becak grobak untuk berjualan bakso, jangan lagi berkeliling, Harapan untuk para orang tua lainnya, janagn kecil hati, kita harus yakin sebagai orang tua, dan kalau kita mau berhasil harus berjuang untuk keberhasilan untuk anak-anak kita dan selalu tetap berdo’a kepada Allah S.W.T.

Setelah usai acara, dilaksanakan foto bersama dengan Rektor ULB Bapak Ade Parlaungan Nasution, SE.,M.Si.,Ph.D, Mudah-mudahan wawancara ini dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi para orang tua dan dan anak-anak dimasa kini dan masa yang akan datang.” Ak.

 

 

 

Visits: 193

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *