Rantauprapat – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Seminar Proposal Penelitian bertajuk “Potret Ketersediaan Pangan (Beras) di Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2026” pada Rabu (22/4/2026) di Ruang Rapat Balitbang, Rantauprapat.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam memetakan kondisi riil ketersediaan pangan, khususnya beras, melalui kajian yang mencakup aspek produksi, distribusi, hingga konsumsi masyarakat.
Seminar dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, peneliti, serta akademisi dari berbagai institusi. Dari Universitas Labuhanbatu (ULB), hadir Khairil Hanif, SP., M.P dan Fitra Syawal Harahap, SP., M.Agr., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Agroteknologi ULB. Kehadiran akademisi ULB menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas penelitian melalui pendekatan ilmiah dan berbasis data.

Dalam undangan resmi yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Hasan Heri Rambe, tertanggal 20 April 2026, ditegaskan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendukung perumusan kebijakan yang tepat sasaran.
Kepala Balitbang Kabupaten Labuhanbatu menyampaikan bahwa penelitian tidak berhenti pada tahap seminar proposal. Setelah seluruh masukan dan rekomendasi dihimpun, tim peneliti akan melaksanakan survei lapangan di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Labuhanbatu.
“Target penelitian ini adalah menghasilkan potret ketersediaan beras yang komprehensif di Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2026, mulai dari luas tanam, tingkat produktivitas, cadangan pangan, hingga pola konsumsi masyarakat,” ujarnya.
Pada sesi diskusi, akademisi ULB memberikan berbagai masukan strategis terkait metodologi penelitian dan validitas data. Fitra Syawal Harahap, SP., M.Agr. menekankan pentingnya sinkronisasi data dari berbagai sumber agar hasil penelitian memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
“Data luas lahan sawah dari Dinas Pertanian, BPS, dan citra satelit harus dikroscek. Biar tidak ada selisih yang bikin kebijakan meleset,” tegas Fitra.
Selain itu, ia juga mengusulkan agar penelitian turut mengkaji potensi pengembangan varietas padi yang adaptif terhadap karakteristik lahan rawa yang cukup luas di wilayah Labuhanbatu.
Sementara itu, Khairil Hanif, SP., M.P menyoroti pentingnya aspek distribusi dan daya beli masyarakat dalam melihat kondisi ketahanan pangan daerah.
“Ketersediaan di lumbung belum tentu menjamin akses di meja makan. Karena itu, distribusi dan kemampuan masyarakat memperoleh beras juga harus menjadi bagian penting dalam penelitian ini,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan berbasis bukti untuk mendukung kebijakan ketahanan pangan di Kabupaten Labuhanbatu. Keterlibatan akademisi Universitas Labuhanbatu juga menunjukkan komitmen kampus dalam memberikan kontribusi nyata melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.