Universitas Labuhanbatu (ULB) kembali memperluas jejaring kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pondok Pesantren Miftahul Khoir Al Marbawy pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Khoir Al Marbawy tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan.
Penandatanganan MoU dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Labuhanbatu, Ade Parlaungan Nasution, Ph.D, beserta jajaran pimpinan universitas. Dari pihak pesantren, turut hadir Kepala Sekolah, Ketua Yayasan, serta para pengurus Pondok Pesantren Miftahul Khoir Al Marbawy yang menyambut hangat rombongan ULB.

Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kualitas madrasah dan pondok pesantren melalui berbagai program kolaboratif. Salah satu poin utama dalam MoU tersebut adalah implementasi program Kampus Berdampak, yang mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan mutu pembelajaran, serta pendampingan akademik dan manajerial di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, Rektor ULB, Asso. Prof. Ade Parlaungan Nasution, Ph.D menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen universitas untuk hadir di tengah masyarakat dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

“Universitas Labuhanbatu berkomitmen untuk menjadi kampus yang benar-benar berdampak. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendukung peningkatan kualitas madrasah dan pondok pesantren, baik dari sisi penguatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, hingga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekitar pesantren,” ujar beliau.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Khoir Al Marbawy dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan ULB merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas wawasan santri.

“Kami menyambut baik kerja sama ini. Harapannya, sinergi dengan Universitas Labuhanbatu dapat membawa peningkatan kualitas pembelajaran, membuka wawasan santri terhadap pendidikan tinggi, serta menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga kompeten dalam bidang akademik dan profesional,” ungkapnya.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan dokumen MoU serta sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kedua belah pihak untuk menjalankan kerja sama secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun ekosistem pendidikan yang integratif antara pendidikan pesantren dan perguruan tinggi, demi mencetak generasi yang berkarakter, berilmu, dan berdaya saing di masa depan.
