Simpang Empat, Marbau, 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Labuhanbatu (ULB) Tahun 2026 di Desa Simpang Empat, Kecamatan Marbau, menghadirkan berbagai program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Salah satu program unggulan yang dilaksanakan adalah “SAPA UMKM: Sensus, Pemetaan, dan Pembuatan Atribut UMKM” yang turut dilengkapi dengan pendampingan pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha di desa.
Program SAPA UMKM dirancang sebagai langkah untuk membantu mengenali, memetakan, serta memperkuat keberadaan UMKM yang berkembang di Desa Simpang Empat. Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada pendataan pelaku usaha, tetapi juga pada penguatan identitas dan tata kelola usaha agar UMKM masyarakat dapat dikelola secara lebih terarah.
SAPA UMKM, Kenali dan Petakan Potensi Usaha Desa

Pelaksanaan SAPA UMKM diawali dengan kegiatan sensus atau pendataan UMKM yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai keberadaan dan karakteristik usaha masyarakat di Desa Simpang Empat.
Data yang diperoleh kemudian menjadi bagian dari proses pemetaan potensi UMKM, sehingga berbagai jenis usaha yang dijalankan masyarakat dapat lebih dikenal dan terdokumentasi. Pemetaan tersebut juga menjadi langkah awal untuk melihat potensi pengembangan usaha berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM.
Tidak berhenti pada pendataan, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan dalam pembuatan atribut UMKM. Atribut tersebut dapat berupa desain banner, label kemasan, maupun identitas visual lainnya yang mendukung pengenalan produk dan usaha kepada masyarakat luas.
Penguatan identitas usaha menjadi salah satu aspek penting dalam program ini karena identitas yang jelas dapat membantu pelaku UMKM memperkenalkan usaha serta produk yang mereka miliki secara lebih profesional.

Pendampingan Keuangan untuk Pengelolaan Usaha
Selain penguatan identitas, SAPA UMKM juga dilengkapi dengan pendampingan pengelolaan keuangan sederhana. Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pencatatan keuangan secara rutin dalam menjalankan usaha.
Mahasiswa KKN mendampingi pelaku usaha untuk memahami pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelolaan arus kas, serta laporan laba dan rugi sederhana. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengetahui kondisi keuangan usaha secara lebih teratur serta membedakan keuangan usaha dengan kebutuhan pribadi.
Melalui pencatatan yang lebih tertib, pelaku UMKM diharapkan dapat memiliki dasar informasi yang lebih jelas dalam mengevaluasi perkembangan usaha dan menentukan langkah pengelolaan usaha ke depan.
Program Fakultas Hadir Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Selain SAPA UMKM, mahasiswa KKN ULB Desa Simpang Empat juga melaksanakan sejumlah program fakultas yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Di bidang kesehatan lingkungan dan pemanfaatan lahan, mahasiswa melaksanakan Program Pemanfaatan Lahan untuk Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program ini mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan maupun lahan kosong untuk menanam tanaman yang dikenal memiliki manfaat bagi kebutuhan rumah tangga, seperti jahe, kunyit, kencur, dan serai.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menjadikan lahan di sekitar rumah lebih produktif sekaligus mengenalkan pemanfaatan tanaman obat keluarga. Dalam pengembangannya, tanaman TOGA juga memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Sementara itu, dalam bidang perlindungan anak, mahasiswa KKN melaksanakan program pendampingan “SAHABAT: Sadar Hak dan Batas Tubuh”. Program tersebut memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai hak atas tubuh mereka, batasan sentuhan, serta pentingnya mengenali situasi yang membuat mereka merasa tidak aman atau tidak nyaman.
Edukasi sejak dini ini menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman anak mengenai perlindungan diri serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak di tengah masyarakat.
Pemanfaatan PIPA sebagai Reflektor Jalan di Tikungan dusun VI – dusun VII Desa Simpang Empat

Program infrastruktur dan keselamatan jalan. Pipa (biasanya dicat dengan warna terang atau dipasangi stiker fosfor) dipasang di area tikungan rawan sebagai pembatas jalan dan reflektor cahaya. Tujuannya adalah memberikan panduan visual bagi pengendara, mencegah kecelakaan, dan meningkatkan keselamatan warga yang melintas di malam hari atau saat kondisi minim cahaya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Edukasi Masyarakat melalui Program “Satu Klik, Seribu Makna”

Mengikuti perkembangan penggunaan teknologi dan media sosial, mahasiswa KKN Desa Simpang Empat juga melaksanakan program pendampingan terkait UU ITE di ranah digital dengan tajuk “Satu Klik, Seribu Makna”.
Program ini memberikan edukasi mengenai pentingnya etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital. Masyarakat diajak memahami bahwa setiap aktivitas di ruang digital, mulai dari membuat unggahan, memberikan komentar, hingga membagikan informasi, perlu dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
Materi pendampingan mencakup kesadaran dalam menyaring informasi, menghindari penyebaran hoaks, memahami dampak dari aktivitas di media sosial, serta mencegah perilaku seperti cyberbullying. Dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa KKN turut mendorong peningkatan literasi digital masyarakat Desa Simpang Empat.
Memperkuat Silaturahmi melalui Peringatan Maulid Nabi
Dalam bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan, mahasiswa KKN ULB Desa Simpang Empat turut berpartisipasi dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa KKN dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Peringatan Maulid Nabi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan keagamaan tersebut diisi dengan rangkaian aktivitas seperti pengajian, ceramah agama, doa bersama, serta kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat desa.
Semoga setiap kegiatan yang dilaksanakan mahsiswa kkn dapat membantu dan menginspirasi masyarakat sekitarnya.